Sorotan Publik Berbuah Aksi, Bupati Garut Pastikan Hak Kesehatan Ananda Amelia Terpenuhi

Garut || Bupati Garut, Abdusyi Syakur Amin, bergerak cepat (gercep) menindaklanjuti keluhan warga terkait kondisi Ananda Amelia, seorang anak penderita penyakit Thalasemia, setelah beredarnya video laporan kondisi pasien dan pemberitaan di sejumlah media nasional.

Langkah cepat tersebut dilakukan setelah video berdurasi 11 detik yang merekam kondisi Amelia beredar pada Selasa, 16 Desember 2025, serta pemberitaan dari tiga media nasional cetak dan online, yakni journalistpolice.news.com, Jerathukum.news.net, dan Sejagat.news.id pada 17 Desember 2025, yang menyoroti belum adanya perhatian dari Pemerintah Desa Tanjungmulya, Kecamatan Pakenjeng.

Baca juga :

https://sejagatnews.net/2025/12/17/di-balik-wajah-polos-amelia-thalassemia-menggerogoti-hidupnya-pemdes-tanjungmulya-pakenjeng-garut-tutup-mata/

Menanggapi hal itu, Bupati Garut langsung berkoordinasi dengan RSUD dr. Slamet Garut agar Ananda Amelia segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Selain itu, Bupati juga meminta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji, untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya BAZNAS Garut, guna membantu penanganan dan dukungan sosial bagi keluarga pasien.

“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi agar Ananda Amelia segera ditangani dengan baik dan benar. Saya juga meminta Dinas Sosial untuk melibatkan pihak terkait, termasuk BAZNAS,” ujar Bupati Abdusyi Syakur Amin saat memberikan keterangan kepada Zakariyya melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (16/12/2025).

Bupati menyampaikan bahwa pada Rabu, 17 Desember 2025, pihak RSUD dr. Slamet telah menempatkan Ananda Amelia di Ruangan Cangkuang Nomor 2 Lantai 2. Pasien juga telah menjalani dua kali transfusi darah sebagai bagian dari penanganan medis.
“Alhamdulillah, transfusi sudah dilakukan dan kondisi pasien terus dipantau oleh tim medis,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Abdusyi Syakur Amin menjelaskan bahwa penyakit Thalasemia harus ditangani oleh dokter anak atau dokter spesialis hemato-onkologi anak, dengan metode pengobatan yang disesuaikan berdasarkan tipe dan tingkat keparahan penyakit.

Menurutnya, penderita Thalasemia minor umumnya tidak memerlukan penanganan khusus, sementara Thalasemia mayor membutuhkan perawatan intensif, seperti transfusi darah berulang setiap beberapa minggu. Namun, transfusi yang dilakukan secara rutin berisiko menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh, sehingga diperlukan terapi kelasi menggunakan obat-obatan tertentu untuk mengeluarkan kelebihan zat besi tersebut.

Selain itu, pada kondisi tertentu, penderita Thalasemia berat dapat direkomendasikan menjalani transplantasi sumsum tulang atau operasi pengangkatan limpa (splenektomi), dengan mempertimbangkan manfaat dan risiko medis yang menyertainya. Pasien juga dianjurkan menerapkan pola hidup sehat, menjaga asupan makanan, rutin berolahraga sesuai anjuran dokter, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko infeksi.

Langkah cepat yang dilakukan Bupati Garut ini mendapat perhatian publik sebagai bentuk respons pemerintah daerah terhadap keluhan masyarakat, khususnya dalam menjamin hak pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan penanganan serius.

(Zakariyya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *