Ironis, MBG Siswa SD Biskuit Susu dan Apel Busuk

Subang|| Sejumlah orang tua siswa menyayangkan kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa di SD Putra Budaya, Desa Gempolsari. Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang Pasalnya, paket MBG yang dibagikan kepada siswa diduga tidak layak konsumsi, salah satunya berupa buah apel yang terlihat sudah membusuk.

Berdasarkan keterangan orang tua siswa, dalam satu paket MBG tersebut siswa hanya menerima satu buah apel yang kondisinya tidak segar, tiga bungkus biskuit cokelat, serta tiga kotak susu formula. Ironisnya, paket makanan tersebut dibagikan untuk dikonsumsi siswa selama empat hari.

“Apelnya terlihat sudah tidak layak, seperti mau busuk. Anak-anak juga hanya dapat biskuit dan susu, itu pun harus dibagi untuk empat hari. Kami sebagai orang tua tentu sangat kecewa,” ujar salah satu orang tua siswa, Kamis 18/12/2025.

Para orang tua berharap program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan anak sekolah benar-benar memperhatikan kualitas makanan, bukan sekadar memenuhi kuantitas pembagian.

Menanggapi hal tersebut, Kepala MBG Desa Tanjungrasa, Hilmi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian yang terjadi dalam pendistribusian MBG Sakolana tersebut.

“Mohon maaf atas kelalaian kami. Untuk buah apel yang kurang layak, insyaallah besok akan kami ganti,” tulis Hilmi dalam pesan singkatnya.

Kewajiban & Standar Pelaksanaan MBG

Sementara mengacu pada Peraturan MBG dari BGN juga menekankan hal-hal berikut:

Menu wajib bergizi, sehat, dan aman serta disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak (berbasis Angka Kecukupan Gizi/AKG).

Tidak diperbolehkan menggunakan bahan pabrik berlebih atau makanan ultra-olahan, menu lebih mengutamakan bahan segar/ lokal.

Keamanan pangan harus diawasi, termasuk pengawasan keamanan dan mutu makanan MBG bersama BPOM.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib menerapkan standar operasional (mis. jam masak, higienis sanitasi, jumlah porsi).

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi. Orang tua siswa berharap kejadian serupa tidak terulang dan evaluasi menyeluruh dilakukan agar program MBG benar-benar memberi manfaat bagi siswa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *