Ratusan Petani Pelajari Teknologi Pertanian Modern di Karawang

Karawang|| Peringatan Hari Tani Nasional di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tahun ini diwarnai dengan semangat baru melalui penerapan teknologi pertanian modern. Lebih dari 300 petani mengikuti Gelar Teknologi di Learning Farm yang digagas PT East West Seed Indonesia (EWINDO).

Dalam kegiatan tersebut, para petani belajar langsung praktik pertanian presisi, mulai dari pengukuran pH tanah, penggunaan pupuk hayati, hingga penerapan pengendalian hama terpadu. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga kelestarian lahan di tengah tantangan anomali iklim, penurunan kualitas tanah, dan serangan hama penyakit.

“Pemanfaatan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kami ingin petani sayuran bisa menghasilkan panen yang lebih tinggi dan tetap menjaga kualitas tanah sehingga kesejahteraan petani dapat berkelanjutan,” ujar Direktur R&D EWINDO, Fatkhu Rokhman.

EWINDO juga memperkenalkan berbagai varietas unggul yang cocok ditanam di dataran rendah Karawang, antara lain kacang panjang GUARDA, terong M72 F1, paria OPAL F1, jagung NB Super F1, dan bunga kol PM 3000 F1. Varietas tersebut memiliki keunggulan tahan penyakit, berpotensi hasil tinggi, genjah, serta sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ajid Agustian, petani asal Subang, merasakan langsung manfaat varietas baru tersebut. “Kalau dulu sering gagal karena serangan penyakit, Alhamdulillah sekarang hasil lebih memuaskan. Selain genjah dan hasil panen besar, putren (baby corn) yang dihasilkan juga melimpah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Enda, petani Karawang, yang menilai penerapan pupuk hayati dan varietas baru membawa hasil lebih baik. “Hasil panennya besar dan risiko penyakit berkurang. Apalagi setelah diajari cek pH tanah, kualitasnya meningkat,” katanya.

Acara ini juga dihadiri petani muda yang semakin tertarik dengan teknologi pertanian. Karawang sendiri selama ini dikenal sebagai lumbung padi, namun memiliki potensi besar untuk pengembangan hortikultura berkat luas lahan subur dan infrastruktur distribusi yang memadai.

“Gelar Teknologi ini bukan sekadar edukasi, tapi apresiasi bagi petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan. Hari Tani Nasional adalah momen mengingatkan kita semua bahwa petani adalah pahlawan pangan. Harapannya Karawang bisa menjadi inspirasi daerah lain,” tutup Fatkhu. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *