Karawang|sejagarnews| Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat meninjau tambak nila salin yang berada di UPTD Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Utara, Sungai Buntu, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, pada 13 Januari 2025.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi program pengembangan perikanan budidaya, khususnya komoditas nila salin yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi perikanan serta kesejahteraan para pembudidaya di wilayah pesisir utara Jawa Barat.
Rombongan Komisi II DPRD Jabar melihat langsung proses budidaya nila salin mulai dari pembenihan, pemeliharaan hingga sistem pengelolaan tambak. Selain itu, mereka juga berdialog dengan pihak UPTD terkait tantangan yang dihadapi, seperti ketersediaan pakan, kualitas air, hingga dukungan sarana dan prasarana.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Dea Eka Rizaldi, mengatakan bahwa tambak nila salin di Sungai Buntu memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan lebih luas.
“Budidaya nila salin ini menjadi salah satu alternatif unggulan di sektor perikanan air payau. Kami melihat potensi produksinya cukup menjanjikan, apalagi dengan dukungan teknologi dan manajemen yang tepat,” ujarnya.
Dea menambahkan, Komisi II akan mendorong penguatan anggaran dan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kapasitas UPTD serta para pembudidaya, agar produksi nila salin di Jawa Barat terus meningkat dan mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
Sementara itu, pihak UPTD Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Utara menyampaikan harapan agar adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah provinsi, terutama dalam hal modernisasi tambak, peningkatan kualitas benih, serta pelatihan bagi para pembudidaya.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan sinergi antara legislatif dan pelaksana teknis di lapangan dapat semakin kuat dalam mendorong sektor perikanan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Karawang dan wilayah utara Jawa Barat.
















