Dea Eka Sampaikan Pesan tentang Pengendalian Diri

Karawang || Ada cara unik yang dilakukan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dea Eka Rizaldi, bersama istri tercinta untuk merayakan usia pernikahan mereka yang ke-8 tahun.

Alih-alih merayakannya dengan pesta atau makan malam mewah, pasangan ini memilih mendaki dan merayakan momen istimewa tersebut di kawasan Gunung Merbabu, Jawa Tengah, pada Sabtu (22/8/2026).

Perjalanan menuju puncak Gunung Merbabu tidak sekadar menjadi aktivitas pendakian. Bagi Dea dan istrinya, perjalanan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan kehidupan rumah tangga yang telah mereka lalui selama delapan tahun.

Di tengah perjalanan yang penuh tantangan, keduanya belajar tentang kesabaran, kebersamaan, saling menguatkan dan kemampuan mengendalikan diri.

Dea mengatakan, gunung memberikan pelajaran kehidupan yang jauh lebih luas daripada sekadar persoalan mencapai puncak.

Menurutnya, mendaki gunung bukan tentang siapa yang paling cepat sampai atau siapa yang mampu menaklukkan ketinggian. Lebih dari itu, perjalanan ke puncak merupakan proses belajar mengendalikan diri.

“Gunung itu bukan hanya tentang persoalan pendakian, juga bukan tentang persoalan menaklukkan. Tetapi lebih dari itu adalah tentang pengendalian diri. Karena kemenangan sejati bukan ketika kita mampu menaklukkan gunung, tetapi ketika kita mampu menaklukkan dan mengendalikan diri sendiri,” ujar Dea.

Ia menambahkan, filosofi tersebut juga memiliki kaitan erat dengan kehidupan berumah tangga maupun kehidupan sehari-hari.

Dalam perjalanan delapan tahun pernikahan, kata Dea, tidak semua hal berjalan sesuai dengan keinginan. Dibutuhkan kesabaran, komunikasi, saling memahami serta kemampuan untuk mengendalikan emosi dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Delapan tahun pernikahan ini mengajarkan kami bahwa perjalanan hidup seperti mendaki gunung. Ada tanjakan, ada turunan, ada lelah dan ada kebahagiaan ketika sampai di tujuan. Yang terpenting bukan hanya bagaimana mencapai puncak, tetapi bagaimana kita menjalani prosesnya bersama,” katanya.

Bagi Dea, kehadiran sang istri dalam perjalanan tersebut menjadi simbol bahwa kehidupan, seperti halnya pendakian, akan terasa lebih ringan ketika dijalani bersama.

Ia berharap momentum peringatan delapan tahun pernikahannya dapat menjadi pengingat untuk terus menjaga kebersamaan, saling menguatkan dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan kehidupan.

Pesan tersebut juga ia tujukan kepada generasi muda agar tidak menjadikan keberhasilan semata-mata sebagai ukuran kemenangan.

“Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu mengendalikan diri, mengendalikan ego dan tetap berjalan dengan orang-orang yang kita cintai. Puncak hanya tujuan, tetapi proses perjalananlah yang memberikan makna,” pungkas Dea.

Pos terkait