Minim Penerangan, Proyek Drainase di Ciptamargi Abaikan Rambu Keselamatan Proyek

Karawang||Proyek pembangunan drainase di Desa Ciptamargi, Kecamatan Cilebar, Karawang, menjadi sorotan tajam setelah seorang warga, Kiki (18), mengalami kecelakaan tunggal pada Jumat malam (6/12/2025).

Kecelakaan ini dipicu oleh minimnya penerangan jalan dan ketiadaan rambu keselamatan, menyebabkan motor korban menabrak tumpukan pasir proyek yang dibiarkan di badan jalan tanpa tanda pengaman.

​Insiden ini terjadi di tengah masalah transparansi proyek, di mana hingga berita ini ditulis belum ada papan informasi yang memuat detail kegiatan, nilai anggaran, sumber dana, maupun identitas pelaksana.

Kiki, warga Dusun Cilenjoh, saat itu sedang menuju warung di wilayah Ciptamargi dan harus melewati jalur proyek yang gelap total. Ia menjelaskan bahwa tumpukan pasir menjadi tidak terlihat karena tidak adanya lampu jalan dan terbatasnya jangkauan sorot lampu motornya.

​“Jalan gelap, tidak ada rambu, tanda pun tidak ada. Lampu motor saya jarak dekat, jadi pasir itu tidak kelihatan,” ujarnya.

​Beruntung, Kiki tidak mengalami luka serius, namun bagian depan motornya mengalami kerusakan. “Alhamdulillah saya tidak kenapa-kenapa, hanya saja motor bagian depannya rusak dan lecet-lecet. Alhamdulillah masih bisa dipakai,” katanya.

Ia menekankan bahwa pihak pelaksana proyek seharusnya menyediakan pengamanan dasar bagi pengguna jalan. “Tetap saja harusnya ada rambu, biar orang tahu ada gundukan pasir,” tegasnya.

​Selain insiden kecelakaan, proyek drainase yang baru mulai dikerjakan pada Sabtu (7/12/2025) ini juga disorot karena tidak adanya papan informasi proyek. Hal ini melanggar prinsip transparansi publik.

​Akim, salah satu pekerja di lokasi, membenarkan bahwa mereka memulai pekerjaan tanpa mengetahui detail teknis maupun administratif proyek secara pasti.

​“Untuk nama kegiatan kurang tahu, Pak. Sumber anggarannya juga kurang tahu, dari desa atau dinas. Yang jelas, kita baru mulai kerja tadi pagi,” ujarnya.

​Meskipun demikian, Akim menyebut bahwa pihak pelaksana proyek berencana memasang papan informasi tersebut keesokan harinya. Ia bahkan mengambil sikap tegas terkait pemenuhan kelengkapan administrasi dan keselamatan ini.

​“Kalau dalam waktu tiga hari belum ada, saya akan hentikan pekerjaan,” pungkasnya, menekankan komitmen untuk mematuhi standar yang berlaku.

​Insiden yang menimpa Kiki dan lemahnya transparansi proyek ini menguatkan sorotan publik terhadap minimnya pengawasan di lapangan.

Warga berharap pihak desa maupun pelaksana segera memenuhi standar keselamatan dan administrasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *