Karawang||Siapa calon Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Karawang yang paling disorot saat ini. Jawabannya adalah Dea Eka Rizaldi, S.H., yang menjadi satu-satunya kandidat resmi dalam Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) IPSI Karawang 2025.
Dukungan luas dari berbagai perguruan pencak silat dan internal IPSI membuat nama Dea mencuat. Salah satunya datang dari Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi IPSI Karawang, Ardawi Sumarno, S.Pd., M.Pd., yang memberikan pesan khusus kepada Dea jika nantinya resmi ditetapkan sebagai Ketua IPSI.
“Saya harap Saudara Dea benar-benar siap, bukan hanya memimpin secara administratif, tapi juga memimpin arah pembinaan prestasi atlet silat Karawang secara menyeluruh,” tegas Ardawi. Kamis 11/9/2025.
Menurut Ardawi, jabatan ketua bukan sekadar simbol, melainkan peran strategis dalam membangun masa depan pencak silat Karawang. Bidang prestasi disebut sebagai jantung organisasi yang harus menjadi prioritas utama, dengan pembinaan atlet berjenjang hingga level nasional bahkan internasional.
Ardawi mengungkap bahwa banyak perguruan dan pelatih di Karawang bekerja keras tanpa fasilitas dan dukungan maksimal. Ketua IPSI baru diharapkan hadir sebagai penghubung semua kekuatan itu agar menjadi sinergi bersama.
Pesan dan harapan tersebut disampaikan Ardawi di tengah berjalannya tahapan Muskablub IPSI Karawang, yang saat ini memasuki proses penetapan calon ketua tunggal.
Ardawi menegaskan perlunya roadmap pembinaan yang jelas, kolaborasi antarperguruan, serta kepemimpinan yang tidak hanya hadir di acara seremonial, tetapi bekerja nyata di lapangan. Ia menutup dengan komitmen: mendukung penuh jika visi kepemimpinan sejalan, sekaligus siap mengkritik bila IPSI keluar dari jalur utama.
“IPSI Karawang butuh pemimpin yang kerja, bukan hanya hadir di acara. Kepada Saudara Dea, ini bukan soal jabatan, tapi soal tanggung jawab sejarah,” pungkas Ardawi.











