Dea Eka Ajak Pemuda Karawang Ubah Kritik Jadi Gagasan dan Solusi

Karawang|| Generasi muda dinilai memiliki ruang yang semakin besar untuk ikut menentukan arah pembangunan daerah. Tak cukup hanya aktif menyampaikan kritik di media sosial, anak muda juga didorong berani hadir di ruang publik, menyampaikan aspirasi, serta menawarkan gagasan atas persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dea Eka Rizaldi saat melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Cinangoh Barat I RT 004/RW 006, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda Karawang itu dikemas dalam bentuk dialog. Selain menyampaikan pemahaman mengenai fungsi pengawasan DPRD, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan aspirasi yang berkembang di lingkungan mereka.

Dea mengatakan, pengawasan terhadap pemerintahan tidak semestinya hanya dipandang sebagai tugas lembaga legislatif. Masyarakat memiliki peran penting untuk ikut memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan warga.

“Pemerintahan yang baik membutuhkan masyarakat yang aktif. Pengawasan bukan hanya tugas DPRD, tetapi juga membutuhkan partisipasi warga. Apa yang terjadi di lingkungan masyarakat harus bisa disampaikan agar menjadi bahan evaluasi dan perbaikan,” ujar Dea.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat akan membuat proses pembangunan tidak berjalan satu arah. Aspirasi dari tingkat lingkungan dapat menjadi masukan penting agar kebijakan maupun program pemerintah lebih sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Dea juga menilai kolaborasi antara tokoh masyarakat dan generasi muda menjadi modal penting dalam membangun komunikasi publik.

Tokoh masyarakat dinilai memiliki pengalaman serta pemahaman terhadap persoalan sosial di lingkungannya. Sementara anak muda memiliki kreativitas, energi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi.

“Tokoh masyarakat dan pemuda memiliki kekuatan masing-masing. Kalau disatukan, bisa menjadi energi positif untuk mengawal pembangunan. Aspirasi jangan berhenti sebagai keluhan, tetapi harus diarahkan menjadi gagasan dan solusi,” katanya.

Ia pun mendorong masyarakat lebih kritis terhadap pelaksanaan program pemerintah, termasuk dalam hal penggunaan anggaran dan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan warga.

Menurut Dea, keterbukaan informasi menjadi bagian penting agar masyarakat dapat memahami program yang dijalankan sekaligus ikut melakukan pengawasan secara objektif.

“Anggaran pemerintah pada akhirnya harus kembali untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, masyarakat berhak mengetahui program yang dijalankan, memberikan masukan dan ikut mengawasi pelaksanaannya,” ungkapnya.

Sementara bagi generasi muda, Dea mengingatkan agar ruang digital tidak menjadi satu-satunya tempat untuk menyampaikan keresahan maupun kritik.

Menurutnya, media sosial dapat menjadi pintu awal menyuarakan persoalan, tetapi keterlibatan nyata di tengah masyarakat tetap diperlukan agar kritik dapat berkembang menjadi gagasan yang dapat ditindaklanjuti.

“Pemuda jangan hanya menjadi penonton atau hanya ramai di media sosial. Kalau melihat persoalan, berani sampaikan. Tetapi kritik juga harus dibarengi gagasan dan solusi. Dengan begitu, anak muda tidak hanya menjadi komentator, tetapi ikut menjadi bagian dari perubahan,” tegasnya.

Dea menambahkan, kompleksitas persoalan pembangunan di Karawang membutuhkan keterlibatan berbagai kelompok masyarakat. Pemerintah, legislatif, tokoh masyarakat hingga generasi muda perlu membangun komunikasi dan kolaborasi.

“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi dengan masyarakat, tokoh masyarakat dan generasi muda. Semakin banyak warga yang peduli dan terlibat, semakin kuat pula pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Dea berharap ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat dapat terus diperkuat. Bukan hanya untuk menyerap aspirasi, tetapi juga mendorong lahirnya masyarakat yang lebih kritis, aktif dan berani mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Karawang.

Pos terkait