Jejak Haji Mabrur: Sepulang dari Makkah, H. ME Suparno Pilih Berbagi dengan Sesama

Karawang||Air mata haru, lantunan ayat suci Al-Qur’an, dan senyum tulus anak-anak yatim menjadi pemandangan yang menyelimuti Gedung Putih Perum Terangsari, Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Minggu (28/6/2026). Bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, keluarga besar H. ME Suparno dan Hj. Nurhayati menggelar Tasyakuran Walimatul Naqi’ah sebagai ungkapan syukur usai menunaikan ibadah haji sekaligus berbagi kebahagiaan dengan ratusan anak yatim-piatu dan kaum dhuafa.

Acara berlangsung penuh kekhusyukan. Diawali dengan pembacaan tawasul, dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang membuat suasana semakin syahdu. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup sejatinya adalah perjalanan menuju ridha Allah SWT.

Suasana semakin hangat ketika putra sulung H. ME Suparno, A. Dea Eka Rizaldi, yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, mengajak para jamaah mengikuti kuis seputar ibadah haji. Tiga jamaah berkesempatan menjawab pertanyaan. Satu peserta yang berhasil menjawab dengan benar memperoleh hadiah sebesar 100 Riyal Arab Saudi, atau sekitar Rp470 ribu, sementara peserta lainnya juga mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan.

Dalam sambutannya, H. ME Suparno mengungkapkan rasa syukur karena Allah SWT masih memberikan kesempatan kepadanya dan sang istri menunaikan rukun Islam kelima hingga kembali ke tanah air dengan selamat.

Ia kemudian menceritakan pengalaman yang paling membekas selama berada di Tanah Suci. Baginya, perjalanan dari Muzdalifah menuju Mina menjadi pelajaran tentang keikhlasan dan besarnya pertolongan Allah SWT.

«”Perjalanan itu begitu panjang. Saya berjalan kaki beberapa kilometer. Sandal yang saya pakai sampai bolong hingga telapak kaki langsung menyentuh aspal. Namun, meski suhu di Makkah saat itu mencapai sekitar 44 derajat Celsius, saya sama sekali tidak merasakan panasnya aspal. Yang saya rasakan justru ketenangan dan kenikmatan beribadah yang luar biasa,” tutur H. ME Suparno.»

Ia mengaku, momen tersebut menjadi pengalaman spiritual yang tak akan pernah terlupakan sepanjang hidupnya.

«”Saat itu saya merasa Allah SWT benar-benar bersama saya. Perjalanan yang melelahkan seakan hilang karena hati dipenuhi rasa damai. Itulah nikmat ibadah haji yang sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya dengan penuh rasa syukur

Perasaan serupa juga dirasakan Hj. Nurhayati. Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi perjalanan hati yang mengajarkan arti keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur.

«”Selama menjalankan ibadah haji, saya merasakan ketenangan hati yang luar biasa. Semua proses ibadah memberikan pelajaran tentang keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur. Dampaknya masih saya rasakan hingga sekarang,” ungkapnya.»

Sebagai wujud rasa syukur atas nikmat tersebut, keluarga besar H. ME Suparno dan Hj. Nurhayati memilih berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan. Satu per satu anak yatim-piatu dan kaum dhuafa menerima santunan dengan wajah penuh harapan. Senyum mereka seakan menjadi doa terbaik bagi keluarga yang baru kembali dari Tanah Suci.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan siraman rohani yang disampaikan Ustaz Suhendra dari Karawang. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik, memperkuat ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Tasyakuran Walimatul Naqi’ah ini bukan sekadar perayaan sepulang haji. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kemabruran haji tidak hanya tercermin dari doa dan ibadah, tetapi juga dari kepedulian, kasih sayang, dan keikhlasan berbagi kepada anak-anak yatim serta kaum dhuafa.

Di penghujung acara, doa-doa kembali dipanjatkan. Semoga perjalanan haji yang telah dilalui menjadi haji yang mabrur, amal ibadah diterima Allah SWT, dan semangat berbagi yang ditunjukkan keluarga besar H. ME Suparni dan Hj. Nurhayati menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan di Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Pos terkait