Karawang||Gelombang aksi buruh mulai memanas di Kabupaten Karawang menjelang peringatan Hari Buruh Internasional. Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Buruh Pangkal Perjuangan (KBPP) menggelar aksi “Pra Mayday” dengan menyisir kawasan industri hingga Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Rabu (15/4/2026).
Aksi yang diikuti sekitar 500 buruh dari berbagai federasi, seperti SPSI, FSPMI, K-SARBUMUSI, hingga KASBI, berlangsung aman dan tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan menyampaikan, pihaknya telah menerjunkan personel gabungan untuk memastikan jalannya aksi tetap kondusif.
“Kami menyiagakan personel pengamanan terbuka dan tertutup di berbagai titik, mulai dari kawasan industri hingga kantor Disnakertrans. Prioritas kami adalah menjamin hak buruh dalam menyampaikan pendapat sekaligus memastikan situasi kamtibmas di Karawang tetap aman,” ujar Ipda Cep
Wildan dalam keterangan resminya.
Dalam aksinya, massa membawa lima tuntutan utama. Di antaranya pencabutan Permenaker Nomor 06 Tahun 2020 tentang Pemagangan, penolakan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan dalih efisiensi akibat dampak konflik global, serta usulan kenaikan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP).
Massa sempat melakukan orasi di kawasan industri Suryacipta sebelum akhirnya memusatkan aksi di depan Kantor Disnakertrans Karawang pada sore hari. Di lokasi tersebut, perwakilan buruh diterima langsung oleh Kepala Disnakertrans Karawang, Rosmalia Dewi, didampingi Kasat Intelkam Polres Karawang AKP Agustana Eka Kusuma.
Dalam pertemuan tersebut, proses mediasi berlangsung kondusif. Pihak Disnakertrans menyatakan komitmennya untuk memperketat pengawasan terhadap program pemagangan serta menindaklanjuti aspirasi buruh yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, mediasi berjalan lancar. Disnakertrans berkomitmen memperketat monitoring pemagangan dan akan meneruskan aspirasi buruh, termasuk terkait PTKP dan regulasi magang,” lanjutnya.
Berdasarkan catatan kepolisian, aksi berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Massa membubarkan diri dengan tertib setelah poin-poin kesepakatan hasil mediasi dibacakan.
Kapolres Karawang menegaskan bahwa situasi selama aksi berlangsung tetap aman dan kondusif hingga seluruh peserta kembali ke kediaman masing-masing.
“Aksi ini menjadi momentum awal atau pemanasan bagi rekan-rekan buruh menjelang peringatan May Day pada 1 Mei mendatang,” pungkasnya.















