Pelopor Festival Musik Subang, Gabriel Adammara Terus Perjuangkan Karya Musisi Daerah

Subang||Nama Dodi Gabriel Adammara atau yang lebih dikenal sebagai Gabriel Adammara bukanlah sosok asing di kalangan musisi Pantura Subang. Pria kelahiran Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, 15 September 1973 ini dikenal sebagai musisi, penyanyi, pencipta lagu, sekaligus anggota aktif IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) Korda Purwasuka.

Perjalanan bermusiknya telah dimulai sejak puluhan tahun lalu. Gabriel merupakan mantan vokalis sekaligus pendiri sejumlah grup musik di wilayah Pantura Subang, di antaranya D’Bara Subang, Zalu Band, dan RA Twister.

Dalam perjalanan kariernya, ia pernah berkolaborasi bersama Lintang (Tatang) sebagai gitaris melodi, Deni dan Rohim sebagai gitaris rhythm, serta Agung sebagai drummer yang seluruhnya berasal dari Sukamandi.

Seiring berjalannya waktu dan banyaknya personel yang berpindah ke luar kota, Gabriel kini memilih meniti karier sebagai musisi solo. Meski demikian, semangatnya dalam berkarya tidak pernah surut.

Berbagai lagu ciptaannya telah dikenal masyarakat, di antaranya berjudul CLBK (Cinta Lama Belum Kelar), Dengar Kami Bernyanyi, Kau Bohong, Kau Khianati yang diciptakan bersama Deni, serta sejumlah karya lainnya yang terus diproduksi hingga saat ini.

Di sela aktivitasnya sebagai wartawan yang membantu salah satu media televisi nasional, Gabriel tetap aktif tampil menghibur masyarakat di berbagai kafe dan panggung musik di kawasan Pantura Subang. Kehadirannya di media sosial melalui akun Facebook, TikTok, dan akun pribadi Gabriel Adammara turut memperluas jangkauan karya-karyanya kepada masyarakat.

Dalam setiap penampilannya, Gabriel kerap mendapat permintaan khusus dari penonton untuk membawakan lagu yang tengah menjadi perbincangan, yakni I Love You, karya Bayu Nirwana yang kini menjadi salah satu lagu favorit di berbagai panggung musik.

Tak hanya aktif sebagai musisi, Gabriel juga dikenal sebagai salah satu pelopor kegiatan festival musik di Kabupaten Subang. Pada tahun 2003, ia menjadi penggagas Festival Musik Piala Wakil Bupati Subang yang saat itu dijabat oleh Maman Yudia.

“Kegiatan yang berlangsung di GOR BTN Margamulya, Kecamatan Ciasem Girang tersebut menghadirkan puluhan grup band indie dari berbagai daerah di Pantura Subang dengan menghadirkan bintang tamu OK Band asal Pamanukan.

Menurut Gabriel, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para musisi indie lokal untuk menunjukkan kemampuan dan karya mereka kepada masyarakat luas.

Semangat membangun ekosistem musik daerah terus dilakukannya hingga sekarang. Tepat pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026, Gabriel bersama gitaris Angkasa Band, Rizking Angkasa, menginisiasi pembentukan Forum Musisi Subang di Kafe Taman Nam-Nam Sukamandi.

Forum tersebut dibentuk sebagai wadah berbagi pengalaman, berkolaborasi, dan menciptakan karya-karya baru bagi para musisi Subang. Bersamaan dengan itu, mereka juga mendirikan wadah publishing karya musik original bernama Swara Musisi Subang.

Keberadaan Forum Musisi Subang dan Swara Musisi Subang mendapat dukungan dari sejumlah musisi nasional, di antaranya Ato sebagai vokalis Angkasa Band serta Bayu Nirwana yang dikenal sebagai pencipta lagu dan gitaris Nirwana Band.

Gabriel menjelaskan, visi besar yang ingin diwujudkan melalui forum tersebut adalah menjadikan musisi-musisi Subang tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional melalui karya-karya original yang mereka ciptakan.

Saat ini Gabriel Adammara juga dikenal melalui single andalannya berjudul I Love You atau Salah Tingkah, yang mengusung perpaduan genre musik ska, pop, dan reggae. Lagu tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan dan terus dipromosikan melalui berbagai platform digital maupun penampilan langsung.

Melalui karya-karyanya, Gabriel berharap lagu-lagu ciptaannya dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, baik dari kalangan bawah maupun kalangan atas.

Di balik aktivitasnya sebagai musisi dan jurnalis, Gabriel merupakan sosok kepala keluarga yang hidup bersama istrinya, Tariyah. Ia memiliki empat orang anak, yakni Rizhuan Gabriel Adammara, Saeful Rohman, Muhamad Fadlan, dan Muhamad Salman Alfarisi.

Dengan dedikasi yang konsisten di dunia musik dan jurnalistik, Gabriel Adammara terus menunjukkan bahwa semangat berkarya tidak mengenal batas usia. Melalui berbagai karya dan organisasi yang dibangunnya, ia berharap dapat melahirkan generasi musisi Subang yang mampu bersaing di kancah nasional hingga internasional.

Pos terkait