Isi Pelatihan Soft Skill Unsika, Dea Eka: Jangan Takut Bicara dan Gagal

Karawang || Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dea Eka Rizaldi, menjadi pemateri dalam kegiatan Pelatihan Soft Skill yang digelar Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Senin (10/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat kemampuan nonakademik yang dinilai penting dalam menghadapi dunia kerja, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dea Eka Rizaldi menyampaikan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik atau nilai yang diperoleh di bangku kuliah. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi, membangun relasi, bekerja sama, berpikir kritis, beradaptasi, serta memiliki kepemimpinan menjadi bekal penting bagi generasi muda.

Dea mengatakan, mahasiswa harus mulai membangun kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi sejak berada di lingkungan kampus.

“Alhamdulillah, terima kasih sudah mengundang saya untuk mengisi materi dalam Pelatihan Soft Skill Universitas Singaperbangsa Karawang. Bagi saya, mahasiswa bukan hanya harus pintar secara akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi dan mampu menyelesaikan persoalan,” ujar Dea.

Ia menilai soft skill akan menjadi salah satu faktor penting ketika mahasiswa memasuki dunia profesional. Kemampuan menyampaikan gagasan dengan baik, mendengarkan orang lain, bekerja dalam tim, hingga mengambil keputusan harus terus dilatih melalui pengalaman.

“Jangan takut untuk berbicara, jangan takut menyampaikan gagasan dan jangan takut gagal. Kampus adalah tempat untuk belajar, mencoba, sekaligus membentuk karakter,” katanya.

Dea juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi aktif mengikuti berbagai kegiatan positif, organisasi, komunitas maupun aktivitas sosial.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membentuk mental, kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan kepemimpinan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas.

“Generasi muda harus punya kompetensi dan karakter. Ilmu yang dimiliki harus dibarengi dengan integritas, etika dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan, tetapi bagaimana ilmu itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Dea.

Ia berharap pelatihan soft skill tersebut dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa Unsika untuk terus mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan masa depan sejak dini.

Dea menegaskan, mahasiswa merupakan bagian penting dari masa depan Jawa Barat. Karena itu, generasi muda perlu memiliki keberanian untuk bermimpi, kemampuan untuk beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar menghadapi perubahan zaman.

Pos terkait