Karawang || Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Umum IPSI Kabupaten Karawang, Dea Eka Rizaldi, menghadiri kegiatan silaturahmi Pengurus Cabang (Pengcab) IPSI Karawang bersama Pimpinan Daerah (Pimda) 189 Karawang Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan sinergi antara IPSI Karawang dengan perguruan pencak silat, khususnya Tapak Suci Putera Muhammadiyah, dalam mendorong kemajuan seni bela diri pencak silat di Kabupaten Karawang.
Dalam kesempatan tersebut, Dea menekankan bahwa pencak silat bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai pendidikan, kedisiplinan, sportivitas, serta pembentukan karakter generasi muda.
Menurut Dea, perkembangan pencak silat di Karawang membutuhkan kolaborasi seluruh perguruan, organisasi, pelatih, atlet, pemerintah dan masyarakat. Sinergi tersebut penting agar pencak silat semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Karawang hingga tingkat Jawa Barat, nasional maupun internasional.
“Saya berharap silaturahmi ini tidak berhenti pada pertemuan saja, tetapi menjadi awal untuk memperkuat kolaborasi. IPSI dan seluruh perguruan pencak silat harus bersama-sama membangun ekosistem yang sehat, sportif dan berkelanjutan,” ujar Dea.
Dea juga memberikan motivasi kepada para pelaku pencak silat agar tidak hanya mengejar prestasi di arena pertandingan, tetapi menjadikan pencak silat sebagai sarana membentuk karakter dan kepribadian.
“Pencak silat mengajarkan kita tentang disiplin, keberanian, rendah hati dan menghormati orang lain. Karena itu, saya ingin generasi muda Karawang tidak hanya menjadi pesilat yang kuat secara fisik, tetapi juga kuat mental, berkarakter dan memiliki akhlak yang baik,” katanya.
Ia menambahkan, Karawang memiliki potensi besar dalam pengembangan pencak silat karena banyak perguruan yang aktif membina generasi muda di berbagai wilayah.
Ke depan, IPSI Karawang diharapkan dapat terus memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas pelatih dan wasit, serta membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda untuk berlatih dan berkompetisi secara sehat.
“Mari kita jadikan pencak silat sebagai kebanggaan masyarakat Karawang. Prestasi penting, tetapi proses pembinaan dan karakter jauh lebih penting. Dari padepokan-padepokan di Karawang, kita berharap lahir pesilat-pesilat hebat yang membawa nama baik daerah dan Jawa Barat,” pungkas Dea.





