Karawang|| Konflik perebutan kepemimpinan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Syekh Quro Karawang kembali mencuat ke publik. Ketegangan internal ini memuncak setelah dua agenda besar dijadwalkan pada hari, tanggal, dan jam yang sama, yakni Kamis, 13 November 2025 pukul 18.00 WIB, di lokasi yang sama: Masjid Agung Syekh Quro Karawang.
Kedua kegiatan tersebut adalah Pelantikan Pengurus DKM baru kubu H. Zeni Zaelani dan Istighotsah Kubro yang digelar PCNU Karawang. Benturan jadwal itu bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan memperlihatkan dualisme kepemimpinan dan adu legitimasi yang semakin terbuka di hadapan masyarakat.
Dewan Penasehat DKM Masjid Agung, Asep Agustian (Askun), angkat bicara dengan nada keras. Ia menuding pihak lawan mempertontonkan ambisi pribadi dan tindakan tidak bijak.
“Kami mempersilakan siapa pun menjadi pengurus DKM, tapi SK yang lama harus diselesaikan dulu. Kalau bilang Ketua DKM kami tidak sah, silakan cabut atau gugat SK yang kami pegang,” tegas Askun.
Askun juga meluapkan kemarahannya kepada Kementerian Agama (Kemenag) Karawang yang dinilai gagal menengahi konflik.
“Saya tidak melihat peran Kemenag dalam menjaga kemakmuran dan persatuan jemaah. Jika terus diam, jamaah Masjid Agung yang jadi korban,” ujarnya penuh kecewa.
Ia bahkan menduga adanya keberpihakan Kemenag kepada kubu tertentu karena pengesahan SK Ketua DKM oleh Bupati.
“Kemenag harus netral. Kalau terus membiarkan, berarti ikut memperparah perpecahan,” imbuhnya.
Sementara itu, Juru Bicara DKM kubu H. Zeni Zaelani, Nachrowi, menyatakan pihaknya tidak akan mengalah. Ia mengklaim pelantikan DKM baru telah dijadwalkan jauh hari dan bahkan menjadi bagian dari agenda pemerintah daerah, termasuk penyerahan apresiasi bagi para juara MTQ.
“Ketua DKM yang sah adalah yang memiliki dasar hukum SK Bupati. Maka semua kegiatan di Masjid Agung harus berada dalam koridor DKM yang sah, yakni DKM H. Zeni Zaelani,” tegas Nachrowi.
Sebagai solusi, ia meminta pihak PCNU menunda kegiatan Istighotsah Kubro hingga setelah pukul 22.00 WIB, usai pelantikan DKM berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, PCNU Karawang belum memberikan pernyataan resmi atas pernyataan keras Askun maupun klaim sah dari kubu H. Zeni Zaelani.
















