Bandung|Sejagatnews|Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Senin (02/02/2026).
Kunjungan tersebut membahas sejumlah persoalan krusial yang terjadi di Jawa Barat, khususnya terkait bencana banjir di Karawang dan perlindungan kawasan hutan.
Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi II DPRD Jabar, Dea, menyampaikan dua persoalan penting yang hingga kini belum
terselesaikan.
Pertama, terkait banjir yang melanda Kabupaten Karawang selama dua minggu terakhir. Menurutnya, hampir seluruh wilayah di Karawang terdampak akibat tingginya curah hujan. Bahkan, sejumlah desa masih terendam dan warga terpaksa tinggal di pengungsian lebih dari dua
minggu karena air belum juga surut.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir merata di Karawang. Sampai hari ini masih ada warga yang bertahan di pengungsian karena banjir belum surut,” ujarnya. Senin 2/2/206.
Dea menegaskan perlunya koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, khususnya dalam pengelolaan daerah aliran sungai serta kawasan hulu, agar penanganan banjir tidak hanya bersifat sementara tetapi juga berkelanjutan.
Persoalan kedua yang menjadi sorotan adalah fenomena perburuan liar di kawasan Gunung Sanggabuana. Gunung yang dikenal memiliki nilai sakral dan kekayaan hayati tinggi itu selama ini menjadi habitat satwa dilindungi, termasuk macan tutul dan berbagai jenis satwa lainnya.
Namun, baru-baru ini terjadi aksi perburuan liar dengan penembakan terhadap macan tutul di kawasan tersebut. Peristiwa itu dinilai sangat memprihatinkan dan mengancam kelestarian ekosistem.
“Bagaimana melakukan penjagaan agar perbuatan yang dilakukan manusia seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Kawasan Gunung Sanggabuana harus benar-benar dijaga,” tegasnya.
Komisi II DPRD Jabar mendorong Kementerian Kehutanan Republik Indonesia untuk memperketat pengawasan, meningkatkan patroli hutan, serta menindak tegas pelaku perburuan liar. Selain itu, diperlukan edukasi dan pelibatan masyarakat sekitar hutan agar turut serta menjaga kelestarian lingkungan.
Kunjungan kerja tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam penanganan banjir serta penguatan perlindungan kawasan hutan di Jawa Barat.
















