Harga Jual Padi Naik” Namun Hasil Panen Petani Karawang Anjlok Hingga 30 Persen

Karawang|Meskipun harga jual padi mengalami kenaikan, petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kini menghadapi penurunan hasil panen hingga 30 persen. Hal ini dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk serangan hama tikus, kurangnya pasokan air, dan ketidaksinkronan musim tanam di antara para petani.

Saeful Bahri petani, asal Desa Panjalin Banyu, Kecamatan Telagasari, Karawang Jawa Barat” menuturkan serangan hama tikus yang meluas menyebabkan kerusakan pada tanaman padi, sementara suplai air dari saluran irigasi yang terbatas semakin memperburuk kondisi tanaman. “Kami kesulitan mendapatkan air yang cukup, ditambah serangan hama tikus yang membuat hasil panen kami terancam gagal,” ujar Saepul (42), salah seorang petani di Kecamatan Telagasari. Rabu 22/2025.

Selain itu, masalah ketidaksinkronan musim tanam di Karawang juga menjadi faktor utama penurunan hasil panen. Banyak petani yang tanamannya tidak serentak, menyebabkan beberapa area kekurangan supai air dari saluran irigasi saat musim kemarau dan berlebihan saat musim hujan. “Kalau musim tanam tidak serentak, kami tidak dapat memenuhi kebutuhan air dengan baik, jadi tanaman padi tidak bisa berkembang optimal,” bahkan banyak petani yang gagal panen, kata Saepul

Di sisi lain, harga jual padi basah dan padi kering saat ini sedang berada di titik tertinggi, antara 6500 Rupiah hingga 7000 Rupiah per kilogram, mengalami peningkatan hingga 15 persen,  dibandingkan hasil panen sebelumnya. Meskipun harga baik, namun kondisi hasil panen yang anjlok membuat banyak petani harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tutupnya.

Sementara itu, petani berharap adanya program yang dapat mengatur jadwal tanam secara serentak agar mereka tidak lagi terjebak dalam masalah kekurangan pasokan air dan serangan hama yang merugikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan