Karawang||Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Karawang di Jalan Interchange Karawang Barat, Selasa (23/6/2026), berlangsung aman, tertib, dan kondusif di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Karawang.
Aksi yang diikuti sekitar 100 mahasiswa tersebut menyuarakan sembilan tuntutan yang mencakup berbagai isu nasional maupun daerah. Massa aksi bergerak dari Kampus Unsika menuju lokasi demonstrasi dan tiba sekitar pukul 15.30 WIB sebelum melakukan orasi secara bergantian dengan menggunakan megaphone serta membentangkan spanduk dan bendera.
Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis guna menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Tugas kami mengawal aspirasi adik-adik mahasiswa. Polri hadir untuk menjamin penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman dan tertib,” ujar Cep Wildan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari penghentian pembengkakan APBN, penurunan harga BBM non subsidi, penolakan sekuritisasi pembangunan, hingga isu lokal seperti revitalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengawasan aktivitas tambang dan PLTGU di Karawang Selatan, serta regulasi kesejahteraan buruh dan upah PMMS dalam BOSDA.
Untuk mengamankan jalannya aksi, Polres Karawang menerjunkan sebanyak 434 personel gabungan yang dipimpin langsung Kapolres Karawang. Personel terdiri dari dua SST Dalmas Polres Karawang, dua SST Dalmas Polsek jajaran, satu SSK Brimob Polda Jawa Barat, Unit Intelkam, Reskrim, Negosiator Polwan, Satlantas, Propam, serta dukungan dari Kodim 0604 Karawang, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang.
“Pengamanan kami lakukan secara terbuka dan tertutup. Ada negosiator Polwan di garis depan. Ini bentuk komitmen kami bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional yang harus dijaga,” lanjutnya.
Selama kurang lebih tiga jam berlangsung, aksi berjalan damai tanpa adanya gesekan maupun gangguan keamanan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap dapat berjalan meski sempat mengalami perlambatan.
Sekitar pukul 18.00 WIB, massa aksi membubarkan diri secara tertib. Situasi lalu lintas di kawasan Interchange Karawang Barat pun kembali normal.
“Alhamdulillah semua berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kami mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan tertib serta seluruh personel yang mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan,” kata Cep Wildan.
Usai demonstrasi berakhir, personel Polres Karawang yang dipimpin langsung Kapolres melakukan aksi bersih-bersih di sekitar lokasi unjuk rasa. Ratusan anggota dari unsur Dalmas, Polwan, hingga Satlantas terlihat memunguti sampah berupa botol minuman, sisa kertas orasi, dan spanduk yang tertinggal.
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan lingkungan sekaligus implementasi semangat tema Hari Bhayangkara ke-80, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.
Kapolres Karawang melalui Kasi Humas kembali menegaskan bahwa Polri akan terus mengawal setiap penyampaian aspirasi masyarakat selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan yang berlaku.
“Tugas kami mengamankan, bukan menghalangi. Selama disampaikan dengan damai, Polri akan mengawal. Karawang harus tetap kondusif. Silakan sampaikan kritik, kami dengar dan akan terus melakukan evaluasi demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tutupnya.
















