BANDUNG – Menyulap limbah kulit menjadi pupuk organik, inovasi Pemuda Tani Kabupaten Garut yang bekerja sama dengan Pemuda Tani Jawa Barat diapresiasi DPRD Jawa Barat.
Anggota Jawa Barat, Dea Eka Rizaldi SH mengatakan, berarti selain Kopi Java Preanger dan Beras Merah Pulen, kini Pemuda Tani Jabar juga memiliki produk pupuk cair organik berbahan dasar limbah kulit hewan.
Dengan nama pupuk organik Mandraguna Grow, inovasi produksi pupuk organik ini dapat meminimalisir kerusakan ekosistem dan lingkungan akibat limbah industri kerajinan kulit di Kabupaten Garut.
“Dengan harga relatif terjangkau, pupuk ini juga akan meminimalisir ketergantungan para petani terhadap pupuk kimia yang mencemari ekosistem dan lingkungan,” tutur Dea Eka.
Disampaikannya, pupuk organik Mandraguna Grow ini memiliki tingkat asam amino bagus dan berkualitas, karena berasal dari unsur protein hewani.
Terbukti saat musim el nino, pupuk organik ini diuji coba oleh Bupati Sulawesi Selatan. Yaitu dimana dalam 1 hektar bisa panen panen 6-7 ton.
“Saat musim kekeringan saja bisa menghasilkan 6-7 ton dalam 1 hektar, apalagi kalau musim tanam normal,” kata Dea Eka.
Disampaikannya, ada salah satu kompetitor asal Jerman yang mengakui kualitas pupuk organik Mandraguna Grow ini.
Sehingga inovasi produk pupuk organik ini sampai menjadi notice di Rakernas Pemuda Tani Indonesia, untuk terus didorong produksi dan marketnya, agar dapat diakses oleh semua petani di Indonesia.
“Agar ke depan para petani Indonesia tidak ketergantungan terhadap pupuk kimia yang merusak ekosistem dan lingkungan,” tandasnya.***
















