Karawang||Misteri hilangnya seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) asal Kecamatan Karawang Barat yang sempat viral di media sosial akhirnya terungkap. Remaja berinisial LZ (13) ditemukan dalam keadaan selamat setelah dilaporkan hilang selama empat hari.
Korban ditemukan pihak keluarga pada Kamis (21/5/2026) pagi di sebuah pos saung di Kampung Jatimulya, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat. Saat ditemukan, LZ sedang bersama kekasihnya berinisial SA (15).
Kapolres Karawang melalui Kasi Humas, Ipda Cep Wildan menjelaskan, peristiwa bermula pada Minggu (17/5/2026) ketika SA menghubungi korban melalui WhatsApp dan mengajak kabur dari rumah. Meski sempat menolak, keduanya kemudian sepakat bertemu di kawasan Jembatan Jalan Baru pada Senin pagi.
Pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, korban berpamitan kepada saksi bernama Onih (50) untuk berangkat ke sekolah. Namun korban ternyata tidak masuk sekolah dan memilih menemui SA.
“Keduanya kemudian bersembunyi di sebuah pos saung di wilayah Mekarjati. Berdasarkan informasi keluarga dan warga, keberadaan mereka akhirnya berhasil diketahui,” ujar Ipda Cep Wildan.
Pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB, keluarga bersama warga menemukan keduanya sedang berada di pos saung tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui kedua remaja yang telah berpacaran sejak Februari 2026 itu nekat kabur karena korban merasa keberatan dengan rencana orang tuanya yang hendak memasukkannya ke pondok pesantren.
Selama empat hari, keduanya tinggal bersama di pos saung hingga akhirnya ditemukan keluarga.
Pihak keluarga sempat membawa SA ke kantor Kelurahan Tanjungmekar sebelum petugas dari Polres Karawang datang ke lokasi dan mengamankan keduanya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Kami telah menindaklanjuti laporan terkait video viral anak hilang tersebut. Saat ini pelaku dan korban sudah dibawa ke Polres Karawang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kasi Humas.
Saat ini, kasus tersebut masih ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang guna memastikan kondisi psikis korban serta menentukan langkah penanganan selanjutnya, mengingat keduanya masih di bawah umur.
















