Garut||Anggota siaga piket Polsek Bayongbong bersama tim medis Puskesmas Bayongbong dan warga berhasil mengevakuasi seorang perempuan yang diduga mencoba mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Sasak Besi di Kampung Simpang RT 03 RW 02, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Senin (1/6/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 00.50 WIB setelah seorang warga yang melintas melihat seorang perempuan berdiri di tepi jembatan. Saat itu, perempuan tersebut mengenakan sweter hitam dan celana jeans.
Menurut keterangan saksi, perempuan itu masih berada di lokasi saat dirinya kembali melintas beberapa saat kemudian. Ketika saksi berupaya menghampiri dan menanyakan kondisinya, perempuan tersebut tiba-tiba melompat ke bawah jembatan dengan kedalaman sekitar 15 meter.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Bayongbong langsung menuju lokasi bersama petugas kesehatan dan warga untuk melakukan upaya penyelamatan.
Kapolsek Bayongbong, Iptu Mahmudi, mengatakan respons cepat dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari warga terkait adanya seorang perempuan yang terjatuh dari jembatan.
“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya seorang perempuan yang diduga melompat dari Jembatan Sasak Besi. Setelah menerima laporan tersebut, anggota kami langsung menuju lokasi bersama tim medis dan warga untuk melakukan evakuasi serta memberikan pertolongan,” ujar Iptu Mahmudi.
Berkat kerja sama petugas dan masyarakat, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan segera mendapatkan penanganan medis awal di lokasi kejadian.
“Alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dan langsung mendapatkan penanganan medis. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Bayongbong untuk menjalani pemeriksaan dan observasi,” katanya.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, petugas medis memutuskan untuk merujuk korban ke RSUD dr. Slamet Garut guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Karena memerlukan penanganan lanjutan, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr. Slamet Garut menggunakan ambulans Puskesmas Bayongbong,” tambahnya.
Dalam proses evakuasi, petugas juga menemukan satu unit telepon genggam merek Vivo berwarna hitam yang diduga milik korban. Namun hingga saat ini identitas perempuan tersebut masih belum diketahui.
“Petugas menemukan sebuah telepon genggam yang diduga milik korban. Saat ini kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas korban serta mengetahui motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut,” ungkap Iptu Mahmudi.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar. Menurutnya, perhatian dan kepedulian dari orang-orang terdekat sangat penting untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis keluarga dan lingkungan sekitar. Apabila menemukan seseorang yang membutuhkan bantuan atau menunjukkan tanda-tanda membahayakan dirinya sendiri, segera laporkan kepada pihak berwenang atau tenaga kesehatan agar dapat segera ditangani,” pungkasnya.
Penulis DK
















