Viral Video Bentrok 2 Kelompok Massa di Cikampek, Polisi Akan Memburu Pelaku Penyebar Hoax

Karawang||sejagatnews||Viralnya sejumlah video bentrok kelompok massa di media sosial (medsos) dikabarkan terjadi di wilayah Kecamatan Cikampek dan Kecamatan Kotabaru, Karawang pada Selasa (20/04/2021) malam. memicu keresahan warga.

Hal itu diungkapkan Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra melalui Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana.

“Saya pastikan bahwa beberapa video yang viral tersebar di media sosial (medsos) itu adalah hoax. Dan terkonfirmasi juga, kejadian (bentrokannya, red) adalah kejadian lama kemudian terjadinya juga bukan di Karawang,” tegas Oliestha kepada wartawan, Rabu (21/04/2021).

Selain membantah beberapa video bentrokan yang tersebar luas di medsos diduga kelompok geng motor dengan ormas, terkonfirmasi bukan terjadi di Karawang. Oliestha menegaskan, kini jajarannya tengah melakukan penyelidikan dan bakal memburu pelaku penyebar berita Hoax (Video bentrokan, red).

“Kami bakal lakukan penyelidikan dan memburu pelaku yang menyebarkan berita Hoax yang dimana mereka (penyebar video Hoax, red), hanya bertujuan untuk menimbulkan kepanikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya meminta kepada masyarakat, untuk jangan mudah percaya atas kabar yang beredar luas melalui medsos.

“Situasi disekitaran wilayah Kecamatan Cikampek dan Kotabaru, sejak malam hingga shubuh tadi, Alhamdullilah kondusif. Artinya tidak ada kejadian seperti yang ramai diberitakan dalam beberapa video yang viral di medsos itu,” ungkapnya.

Disinggung terkait geng All Star yang akhir-akhir ini kerap meresahkan, Oliestha menyebut tidak ada pola perekrutan pada genk All Star. Para remaja tanggung tersebut, bergabung hanya melihat video aksi mereka di media sosial dan kemudian tertarik untuk ikut-ikutan dalam aksi tawuran atau bentrokan.

“Tidak ada pola rekrut. Mereka cuma liat video di IG (Instagram) dan Facebook. Kemudian mereka ikut-ikutan,” bebernya.

Lanjut Oliestha, pihak kepolisian (Polres dan Polsek jajaran) telah membentuk tim khusus dan melakukan giat patroli rutin setiap hari guna mencegah aksi tawuran yang dilakukan geng All Star serta gangguan Kamtimbas lainnya di Karawang.

“Adapun upaya pencegahan dan penindakan yang kami lakukan, yakni dengan cara Preemtif, Preventif dan Refresif. Dan memang dibentuk (tim khusus). Ada patroli setiap hari,” jelasnya.

Atas hal tersebut juga, Oliestha menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui dan melihat adanya sebuah kejadian gangguan Kamtibmas, diminta segera aktif untuk melapor ke pihak kepolisian terdekat.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya atas kabar yang beredar tanpa diketahui kebenarannya, masyarakat juga jangan lengah dan harus tetap waspada. Kami minta masyarakat bisa turut aktif berpartisipasi menjaga lingkungan dengan program siskamling dan segera melapor ke kami, jika ada kejadian gangguan Kamtibmas,” himbau Oliestha.

Sedangkan untuk warga yang merasa menjadi korban kekerasan kelompok geng motor, tambah Oliestha, diharapkan untuk segera membuat laporan polisi guna menggali sejumlah keterangannya untuk kepentingan proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Yang jadi masalah itu minim laporan polisi (LP). Korban pengrusakan dan penganiayaan geng motor jarang melapor kejadian,” pungkasnya.

Note Karawang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.