Bapenda Subang Lakukan Kunjungan Persiapan Penilaian PBB Pelabuhan Internasional Patimban Untuk Tingkatkan PAD

Subang||sejagatnews||Pelabuhan patimban diharapkan dapat memberikan manfaat lebih bagi kehidupan masyarakat Kabupten Subang. Seiring dengan telah dilakukannya ground breaking Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) oleh Bapam Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Hal tersebut menjadi awal beroperasinya PPI dalam melayani alur transportasi laut. Tentu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang berharap akan ada kontribusi lebih dengan beroperasinya pelabuhan tersebut, salah satu potensi yg dapat digali untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Subang adalah dari sektor pajak salah satunya yaitu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Demi persiapan pendataan dan penilaian PBB, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebelumnya pada tanggal 30 April 2021 memberikan surat pemberitahuan kepada Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban perihal Rencana Kunjungan salam Rangka Pendataan PBB Pelabuhan Patimban ada tanggal 5 Mei 2021.

“Tahun depan ada wajib pajak PBB baru dari PT. PPI. Pendataan akan dilakukan secara bertahap karena pembangunan baru pada tahap pertama dari 4 tahap pembangunan, tahap pertama sendiri pembangunan sekitar 60 Hektar,” harap Andri Darmawan, S.STP, M.AP., Kabid PBB dan BPHTB.(05/05/2021)

Berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah pada Pasal 77 ayat 1 disebutkan bahwa objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan adalah Bumi dan/atau Bangunan yang dimiliki, dikuasakan, dan atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan. Selanjutnya pada ayat 2 huruf f, disebutkan bahwa yang termasuk dalam bangunan yang terkena objek PBB adalah galangan kapal dan dermaga (pelabuhan). Seiring dengan informasi tekait dengan perjanjian kerjasama pengelolaan pelabuhan Patimban yang resmi dikelola oleh PT. PPI dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) pada tanggal 17 Maret 2021.

“Ini merupakan kunjungan awal koordinasi dengan pihak KSOP sebagai pengelola. Yan penting potensi PBB sudah masuk,” tambah Andri.

Selanjutnya menurut Staf Bagian Seksi Lalu Lintas Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Kelas II Patimban, Mawardi saat ditemui dikantor KSOP patimban.

“Kami menyambut baik kunjungan koordinasi tersebut, untuk meningkatkan peran kontribusi pelabuhan untuk Kabupaten Subang,” ucap Mawardi.

Walaupun sudah ada Perjanjian Pengelolaan Patimban oleh PT. PPI, namun masih dalam tahap persiapan yg baru akan mulai dikelola penuh pada bulan Desember 2020 dan sementara ini pengelolaan masih dipegang oleh PT. Pelindo III sebagai operator.

Nanang N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.