Askun Kritisi Rapat Para Pimpinan Lembaga UNSIKA Di Hotel Mercure Karawang

oleh -157 views

Karawang – sejagatnews.net – Rapat yang para pimpinan lembaga Unsika yang di adakan di hotel Mercure Karawang mendapat kritikan dari pemerhati pemerintahan dan politik Karawang H.Asep Agustian SH,MH
senin (7/9/20)

Menurut Asep Agustian, pengacara nyentrik yang akrab di panggil Askun ini mengatakan, rapat para pimpinan lembaga Unsika yang di adakan di hotel mercure hanya sebuah pemborosan uang, serta telah melalaikan himbauan dari pemerintah tentang protokol kesehatan

“Saya katakan satgas covid-19 ini mereka juga sudah lelah. satgas yah, saya bukan ngebagusin dia tapi cape sudah satgas ini. karena yang di beritahukanya baik institusi pemerintah swasta maupun masyarakat tidak mau tunduk, taat patuh gitu kan, sudah jenuh mereka dengan itu. yang pada akhirnya di abaikanlah itu semua. protokol kesehatan di abaikan,”ucapnya

Lanjut Askun, ia merasa heran dengan adanya acara rapat para pimpinan Lembaga Unsika di sebuah hotel mewah dalam situasi pandemi covid-19

“Yang saya heran sekarang Unsika mengadakan rapat di mercure ini dalam rangka apa, kan tadi saya sudah bilang ini mah pemborosan. penghabisan duit kan begitu. kalau toh mau rapat sementara siswanya suruh daring, semua anak didik dari Paud sampai kuliah itu daring video zoom menggunakan elektroni. sidang pun sama menggunakan seperti itu untuk apa, karena untuk mencegah adanya kedapatan terkena covid. lah ini mah terang terangan lagi”,katanya
senin (7/9/20)

Masih menurutnya, dirinya melihat dalam pelaksanaan rapat tersebut tidak melihat adanya standar protokol kesehatan (prokes)

“Nah saya melihat foto ada sebagian yang tidak pake masker.dempet dempetan tidak ada lagi jarak atau pembagian jarak kan mencotohkan yang sudah tidak benar, kalau guru sudah melakukan kencing berdiri maka siswa pun akan kencing berlari. untuk apa sih gitu gituan pemborosan, penghamburan penghabisan biaya yang tidak jelas. sementara yang lain siswanya harus tunduk patuh, sidangpun video dewan pun ada paripurna video, pemda pun sama video. kenapa tidak dilakukan seperti itu iya kan semuanya video. ingin kelihatan bahwa penghamburan dananya. pembelian ini sewa gedung sekian jam, makanan kan gitu. karena makanan sifatnya habis tidak terlihat dong, mau makan apa. makan apa kek kan harga tidak teriak. mau apa apaan mencotohkan yang tidak baik. saya kecewa banget itu, sementara siswa di pungut uang bangunan, mahasiswa juga kan di pungut uang bangunan. ini kan Unsika katanya sudah negeri kenapa sih harus seperti ini.rektor sekarang ini hebat banget luar biasa.perempuan ini hebat menganggapnya masyarakat karawang ini bodoh dan tolol”,tegasnya

Ditegaskan Askun, sebagai alumnus Unsika dirinya merasa kecewa dan malu dengan kegiatan seperti ini

“Saya ini alumnusnya gitu loh dengan kejadian ini malu malu banget walaupun saat itu belum negeri.dulu itu Unsika itu belum negeri saya itu belum negeri. cikal bakalnya negeri itu ya saya. setelah saya keluar barulah ada angkatan lain.setelah sekian tahun barulah negeri. setelah negeri bukanya tambah bagus malah mempertontonkan kebusukan, malah mempertontonkan kejelekan. malah mencotohkan kepada yang lain bukan malah tambah baik, bagaimana mencotohkan baik boro boro memenuhi aturan satgas covid. duduknya saja tidak ada jarak satu dengan yang lainya katanya harus jaga jarak, katanya harus pake masker. sebagian ada yang tidak pakai masker di buka maskernya apa apaan kaya begitu. mangkanya tadi saya bilang kalau gurunya kencing berdiri siswanya akan kencing berlari. harusnya dalam hal ini pemkab Karawang walaupun seperti apapun. sekda itu harus turun memanggil acara apa sih ini, kenapa harus mempertontonkan seperti ini. kan bisa di panggil berikan warning, berikan teguran teguran keras apakah dengan adanya seperti ini sudah benar saya bertanya. rakyat saya bertanya alumnus bertanya, benar tidak kaya begini. kalau itu benar. maka seluruh yang mau hajatan yang membuat rekes ataupun kumpulan yang lain lain bebaskan semua nggak ada pilih kasih mau ngapain.covid masih ada kok masih terus terusan.dalam dua hari ini saja sabtu minggu sudah menambah 30 orang, gila kan mau sampai kapan.? yaitu tadi mengabaikan seluruh protokol kesehatan (prokes)”,sesalnya
senin (7/9/20)

Askun merasa khawatir, jika nanti semua dokter yang menangani pasien covid sudah merasa jenuh

“Nanti ketika dokternya sudah tidak mau lagi mau ngomong apa,? apakah karena memang orang yang kena covid itu di bayar oleh negara, sakit di bayar oleh negara. ya walaupun di bayar oleh negara orang yang mau sakit mana mau. covid memang sudah ketemu obatnya,? Virus gitu loh gak akan ketemu cerita apapun”,pungkasnya

Reporter:Endang.us@sejagat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.