Tangis Ibu Belia di Subang: Bayi Dua Bulan Berjuang Melawan Hidrosefalus

Subang||Dibalik kesederhanaan warga Dusun Parapatan, Desa Tanjungrasa Kaler, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, tersimpan kisah pilu yang mengetuk nurani. Seorang remaja perempuan bernama Sulastri (16) harus menjalani peran sebagai ibu di usia yang masih sangat belia, sembari menghadapi ujian berat yang nyaris tak sanggup ia tanggung sendiri.

Anak laki-laki yang baru dilahirkannya, Irpan Alpano, kini berusia dua bulan. Alih-alih menikmati masa-masa bahagia menggendong buah hati, Sulastri justru harus menahan perih melihat putra tercintanya berjuang melawan penyakit Hidrosefalus, kondisi serius akibat penumpukan cairan di otak yang menyebabkan pembesaran kepala dan mengancam keselamatan jiwa.

Sulastri merupakan anak bungsu dari keluarga sederhana. Ia tinggal bersama keluarganya di Dusun Parapatan RT 18 RW 07, Desa Tanjungrasa Kaler. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga ini kian terpukul ketika mengetahui bahwa Irpan membutuhkan penanganan medis intensif dan berkelanjutan.

Dengan tubuh mungil dan wajah yang masih menyimpan kepolosan remaja, Sulastri tampak tegar merawat sang anak. Namun di balik ketegarannya, tersimpan kegelisahan mendalam. Ia kerap hanya bisa memeluk Irpan sambil meneteskan air mata, berharap ada keajaiban dan uluran tangan dari mereka yang peduli.

“Sebagai ibu, saya hanya ingin anak saya sembuh dan bisa hidup normal seperti anak-anak lainnya,” ungkap Sulastri lirih, dengan mata berkaca-kaca.

Hidrosefalus bukanlah penyakit ringan. Penanganannya membutuhkan biaya besar, mulai dari pemeriksaan medis, tindakan operasi, hingga perawatan lanjutan. Bagi keluarga Sulastri, biaya tersebut terasa seperti tembok tinggi yang sulit ditembus.

Kisah Sulastri dan Irpan Alpano menjadi potret nyata betapa tidak semua orang memiliki kemewahan untuk berjuang dalam kondisi yang setara. Di tengah keterbatasan, mereka tetap berpegang pada harapan dan doa.

Masyarakat berharap, pemerintah daerah, instansi terkait, serta para dermawan dapat membuka hati dan memberikan bantuan, baik dalam bentuk dukungan medis, pendampingan sosial, maupun bantuan kemanusiaan lainnya, agar Irpan Alpano memiliki kesempatan untuk tumbuh dan menjalani hidup yang lebih baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *