BANDUNG – APBD Perubahan Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 mengalami kenaikan pendapatan dari Rp 94,95 miliar menjadi Rp 31,09 triliun.
Kenaikan ini berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 64,42 miliar menjadi Rp 19,37 triliun, peningkatan Pendapatan Transfer sebesar Rp 30,52 miliar menjadi Rp 11,70 triliun, serta Pendapatan Daerah yang Sah tetap sebesar Rp 23,19 miliar.
Kenaikan ini tentu akan mengalami penyesuaian dengan peningkatan belanja daerah dari Rp 31,08 triliun menjadi Rp 32,23 triliun atau naik menjadi Rp 1,16 triliun
Kemudian, belanja modal menjadi sektor dengan peningkatan terbesar dari Rp 1,77 triliun menjadi Rp 4,83 triliun atau naik 172,78 persen.
“Ya, karena pendapatannya naik, maka kami DPRD Jabar mendorong pemprov untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, khususnya di bidang pendidikan seperti pembangunan unit sekolah baru ataupun ruang kelas baru, serta peningkatan layanan publik lainnya,” tutur Dea Eka Rizaldi SH, Anggot DPRD Jabar Fraksi Gerindra, usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jabar, di Kota Bandung, Senin (11/8/2025).
DPRD Jabar juga mengapresiasi langkah pemprov yang telah berhasil melakukan efisiensi anggaran hingga Rp 5,1 triliun, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025.
Namun demikian, Dea Eka juga mengingatkan agar setiap OPD terkait mampu merealisasikan belanja daerah tepat waktu dan tepat sasaran. Mengingat realisasi belanja daerah juga terus dikejar target (realisasi anggaran, red).
“Dari sisi pendapatan dan efisiensi, APBD Perubahan Jabar mengalami trand positif. Tapi juga kita akan memantau terus dari sisi realisasinya. Jangan sampai nanti menjadi SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) di akhir tahun,” tandas Dea Eka.***
















