Dea Eka Nilai Disharmonisasi Wagub-Sekda Bagian dari Dinamika Pemerintahan

BANDUNG – Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Dea Eka Rizaldi, SH menilai, jika polemik disharmonisasi antara Wakil Gubernur, Erwan Setiawan dan Sekda Jabar, Herman Suryatman hanya bagian dari proses dinamika pemerintahan.

Oleh karenanya, Dea Eka meminta kepada publik untuk tidak membesar-besarkan atau melebih-lebihkan polemik antara Wagub dengan Sekda tersebut.

“Biasa aja, hanya bagian dari proses dinamika pemerintahan. Karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Sehingga keduanya harus saling mengisi. Wajar jika harus saling memberikan masukan,” tutur Dea Eka Rizaldi.

Menurutnya, selama ini eksistensi Sekda Jabar di lapangan hadir ditengah-tengah masyarakat merupakan intruksi dari Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi, bukan atas dasar inisiatif sendiri.

Sehingga tidak tepat jika Sekda Jabar dinilai offside, mengangkangi kewenangan Wagub Erwan.

“Pak Gubernur sudah menegaskan jika sekda ini bukan hanya sekedar pejabat administratif. Tetapi juga sosok pejabat yang memiliki karakter tugas di lapangan. Maka pak gubernur sering memberikan intruksi ke sekda untuk hadir di kegiatan-kegiatan tertentu,” tandas Dea Eka.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyindir Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, yang dinilai jarang hadir dalam rapat paripurna maupun terlihat di kantor, Gedung Sate, Bandung.

Sindiran tersebut disampaikan Erwan saat menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (19/6/2025), yang membahas pandangan fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *